KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang telah
memberikan karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah
ini tepat pada waktunya yang berjudul “DAMPAK PERBANKAN MENURUT TEKNOLOGI
INFORMASI”
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Perbankan menurut Teknologi Informasi atau yang lebih khususnya membahas penerapan Perbankan, dalam Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Pengertian dampak Perbankan menurut Teknologi,Informasi.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan senantiasa segala usaha saya. Amin.
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Perbankan menurut Teknologi Informasi atau yang lebih khususnya membahas penerapan Perbankan, dalam Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Pengertian dampak Perbankan menurut Teknologi,Informasi.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan senantiasa segala usaha saya. Amin.
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar……………………………………………………………………..1
Daftar
Isi…………………………………………………………………………...2
Bab I.
Pendahuluan……………………………………………………………...…3
A.
Peran Teknologi Terhadap Kepolisian…………………………..................3
Bab II.
Pembahasan……………………………………………………..................4
B.
Teknologi Kepolisian…………………………………………………..…..4
1.
Pembaca Teknologi Sidik Jari…………………..…………………….…..4
2.
Robot Penjinak Bom……………………………………..………….…....6
3.
SIM Smart……………………………………………………….………..7
4.
E-TLE (Electronic
Traffic Law Enforcement)………………………...……...7
5.
Kompresi Gambar………………………………………………………...8
Bab
III. Kesimpulan…………………………………………………………………........9
1.1 Pengertian
Ketahanan dan Keamanan Nasional……………….11
1.2 Dampak
TIK terhadap Ketahanan dan Keamanan Nasional…..12
PENGERTIAN CYBERCRIM……………………………………...13
MODUS OPERANDI……………………………………………….14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kehadiran globalisasi
membawa pengaruh bagi kehidupan suatu bangsa. Pengaruh globalisasi dirasakan di
berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ideologi, ekonomi, sosial
budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi nilai-nilai
nasionalisme bangsa.
Secara umum globalisasi
dapat dikatakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak
mengenal batas wilayah. Menurut Edison A. Jamli (Edison A. Jamli dkk,
Kewarganegaraan, 2005), globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari
gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain
yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman
bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Dengan kata lain proses
globalisasi akan berdampak melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan.
Sebagai sebuah proses,
globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, dalam interaksi antar bangsa,
yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Dimensi ruang yang dapat diartikan jarak
semakin dekat atau dipersempit sedangkan waktu makin dipersingkat dalam
interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Hal ini tentunya tidak terlepas dari
dukungan pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnya
teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi.
Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk
apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah
sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga
budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita
seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan
filter mental dan sikap kritis. Makin canggih dukungan teknologi tersebut,
makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak
global. Oleh karena itu selama ini dikenal asas “kebebasan arus informasi”
berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan
pengaruh satu sama lain.
Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah
terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik di bidang pemerintahan, keuangan
dan perbankan, sosial budaya, industri, dan bahkan di dunia pendidikan.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan
ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu
pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi
kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam
melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi informasi sudah
menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan
dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan
untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan
untuk hal negatif.
Berdasarkan uraian diatas maka kami tertarik untuk mengkaji
lebih dalam mengenai masalah “Teknologi Informasi dalam Berbagai Bidang Serta
Dampak Positif dan Negatifnya”.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas maka penulis merumuskan masalah:
1. Bagaimana
perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan?
2. Bagaimana
perkembangan teknologi informasi dalam bidang pemerintahan?
3. Bagaiumana
perkembangan teknologi informasi dalam bidang industri?
4. Bagaimana
perkembangan teknologi informasi dalam bidang keuangan dan perbankan?
5. Bagaimana
perkembangan teknologi informasi dalam bidang sosial budaya?
6. Bagaimana
perkembangan teknologi informasi dalam bidang ekonomi?
7. Apa
dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi informasi dalam berbagai
bidang?
1.3
Tujuan Penulisan
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1. Memahami
perkembangan teknologi informasi dalam berbagai bidang
2. Memahami
dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi informasi dalam berbagai
bidang.
3. Memenuhi
tugas kelompok mata kuliah “Teknologi Informasi dalam Pembelajaran IPS”.
1.4
Metode Penulisan
Dalam
penulisan makalah ini kami menggunakan metode studi pustaka dan browsing
internet.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1
Pengertian Teknologi Informasi
Menurut kamus Oxford (1995) teknologi informasi adalah studi atau
penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan,
menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata,
bilangan, dan gambar. Lucas (2000) teknologi informasi adalah segala bentuk
teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam
bentuk elektronis, micro komputer, komputer mainframe, pembaca barcode,
perangkat lunak pemproses transaksi, perangkat lunak lembar kerja (worksheet)
dan peralatan komunikasi dan jaringan merupakan contoh teknologi informasi.
Sementara Wawan Wardiana (2000:34) mengemukakan bahwa teknologi informasi
adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses,
mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data berbagai cara untuk
menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relavan, akurat,
dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan
pemerintahan yang merupakan aspek strategis untuk pengambilan keputusan.
Everett M Rogers dalam bukunya Communication
Technology (1986), mengemukakan bahwa teknologi informasi merupakan
perangkat keras yang bersifat organisatoris dan meneruskan nilai-nilai sosial
dengan siapa individu atau khalayak mengumpulkan, memproses dan saling
mempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain. Haag dan Keen
(1996) teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu kita bekerja
dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemprosesan
informasi. Williams dan Sawyer (2003) teknologi informasi adalah teknologi yang
menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi
yang membawa data, suara, dan video. Alter
(1992), Teknologi Informasi
mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau
sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan,
memgambil, memanipulasi, atau menampilkan data. Martin (2002) : Teknologi Informasi tidak hanya
terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang
digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup
teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. Wikipedia (2006): Teknologi
informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses
penyampaian informasi dari pengirim ke penerima sehingga lebih cepat, lebih
luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya. Teknologi Informasi
dapat diartikan secara umum sebagai suatu subyek yang luas yang berkenaan
tentang teknologi dan aspek lain tentang bagaimana melakukan manajemen dan
pemrosesan pengolahan data menjadi informasi. Teknologi informasi ini merupakan
subsistem dari sistem informasi (information system). Terutama dalam tinjauan
dari sudut pandang teknologinya.
2.2
Sejarah Teknologi Informasi
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa
adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang
disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut
hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan
informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka
informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa
disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu,
meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan
terdegradasi bahkan hilang sama sekali. Setelah itu teknologi penyampaian
informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa
lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain.
Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar
peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang
dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian
informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang
mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan
angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini
memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan
memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik
seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat
tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan. (Pada awal sejarah,
manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa
memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain.
Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar
saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui
ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di
tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu
jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar,
informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang
sama sekali. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui
gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa
dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada
akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada
sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi
yang ingin disampaikan pembuatnya. Ditemukannya alfabet dan angka arabik
memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang
sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi
alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi
dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan. (Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya. Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan. (Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya. Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
2.3
Fungsi dan Manfaat Teknologi Informasi
Teknologi
Informasi berfungsi untuk :
1.
Penangkapan/pengumpulan data, meliputi:
Mengumpul
rekod aktivitas yang bisa digunakan. Contoh alat pembaca meteran listrik
elektronik. Pemprosesan: proses menukar, menganalisis, penghitungan dan
pengsintesisan semua bentuk data atau informasi. Contoh proses nilai, proses
gaji, dan sebagainya.
2.
Penampilan, yaitu menyusun informasi sebagai teks, suara atau gambar.
Contoh laporan prestasi peserta didik pada ujian tengah semester.
3.
Setoran/Pangkalan Data, yaitu proses komputer dalam menyimpan data dan
informasi untuk digunakan masa yang akan datang. Contoh informasi pelajar.
4.
Capaian, maksudnya proses komputer untuk mencari dan menyalin data yang
tersimpan untuk pemprosesan selanjutnya. Contoh: bank soal.
5.
Pemancaran/penghantaran. Pemancaran/penghantaran data dan informasi dari
pada satu lokasi ke lokasi lain. Contoh faks, e-mail.
Manfaat yang
dapat diambil dari penggunaan teknologi informasi, diantaranya adalah:
1.
Cepat. Satu nilai yang relatif. Komputer bisa melakukan dalam sekedip
mata dan lebih cepat dari pada manusia.
2.
Konsisten. Komputer cekap melakukan pekerjaan yang berulang secara
konsisten.
3.
Jitu. Komputer berupaya mengesan perbedaan yang sangat kecil.
4.
Kepercayaan. Dengan kecepatan, kekonsistenan dan kejituan, maka kita
dapat memperkirakan bahwa keputusan yang dihasilkannya dapat dipercaya dan
hasil yang sama bisa diperoleh berulang kali.
5.
Meningkatkan produktivitas.
6.
Mencetuskan kreativitas
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Teknologi informasi dalam berbagai bidang
Informasi, untuk zaman yang serba modern saat ini merupakan sebuah hal
yang sangat penting dan harus dapat segera diakses oleh para pemakai yang
membutuhkannya. Hal ini sebagai akibat makin beragam dan kompleksnya aktivitas
mansia diberbagai sektor kehidupan. Dengan makin tingginya penemuan di bidang
teknologi khususnya teknologi informasi, menjadikan teknologi ini sebagai
jembatan yang mampu menghubungkan jutaan manusia dibelahan dunia dalam
mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Teknologi informasi telah terbukti
membantu memecahkan banyak permasalahan yang sering dihadapi manusia, terutama
yang berkaitan dengan faktor kelemahan manusia. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi banyak berperan dalam
bidang-bidang antara lain :
1. Bidang pendidikan(e-education)
Berkembangnya teknologi informasi telah melahirkan hal yang awalnya sulit
diterapkan menjadi mudah dan menyenangkan. Hal tersebut salah satunya dapat
ditemukan pada bidang pendidikan. Globalisasi telah memicu kecenderungan
pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional
ke arah pendidika yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Ini menggambarkan
bahwa dengan adanya teknologi informasi, para siswa yang ingin mendapatkan ilmu
tidak harus bertatap muka dengan pengajarnya seperti yang ada sekarang, cukup
dengan megakses internet maka kegiatan belajar mengajar pun dapat dilakukan
meskipun tidak 100% menggantikan sistem konvensional.
Sebagai contoh kita
melihat di Perancis proyek “Flexible Learning?. Hal ini mengingatkan pada
ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah
(Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.Bishop
G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes
(flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa
pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Mason R.
(1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh
jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya
gedung sekolah. Namun, teknologi tetap akan memperlebar jurang antara di kaya
dan si miskin. Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan
kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan
latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.
Alisjahbana I. (1966)
mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat
“Saat itu juga (Just on Time)?. Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah,
kolaboratif, dan inter-disipliner. Romiszowski & Mason (1996) memprediksi
penggunaan “Computer-based Multimedia Communication (CMC) yang bersifat sinkron
dan asinkron. Dari ramalan dan pandangan para cendikiawan di atas dapat
disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa
mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner,
serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga dan kompetitif.
Peranan teknologi
informasi dalam pembelajaran ini juga selain membantu siswa dalam belajar
adalah memiliki peranan yang cukup berpengaruh untuk guru terutama dalam
pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan memperkaya kemampuan mengajarnya.
Manfaat teknologi informasi bagi guru atara
lain:
a.
Memperluas background knowledge guru
b.
Pembelajaran lebih dinamis dan
fleksibel
c.
Mengatasi keterbatasan bahan
ajar/sumber belajar
d.
Kontribusi dan pengayaan bahan
ajar/sumber belajar
e.
Implementasi Student Active Learning (SAL), CBSA, dan PAKEM
Berdasarkan pernyataan diatas bahwa teknologi
informasi memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan, baik dari segi
proses belajar siswa ataupun membantu guru dalam membelajarkan siswa. Pada
dasarnya teknologi informasi ini harus terus dikembangkan agar pemanfaatannya
khususnya dalam dunia pendidikan bisa lebih dioptimalkan.
2. Dalam Bidang Pemerintahan (e-government)
E-government mengacu
pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan
intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan
penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi
bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan
internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya
e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan
hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi
ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to
Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).
Manfaat e-government
yang dapat dirasakan antara lain: (1) Pelayanan servis yang lebih baik kepada
masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu,
tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor,
rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan. (2) Peningkatan
hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya
keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak
menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan
dari semua pihak. (3) Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah
diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar
untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah:
jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat
ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah
yang pas untuk anaknya. (4) Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien.
Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau
bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini
sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat
dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi
semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau
dua jam saja.
Tuntutan masyarakat
akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh
aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan
sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on-line
antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data
dan informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor
pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong
aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya
peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya
pemerintah yang baik (good govermance). Hal terpenting yang harus dicermati
adalah sektor pemerintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam
keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan
pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar
instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak
penggunan lainnya. Upaya percepatan penerapan e- Government, masih menemui
kendala karena saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya. Apalagi masih
ada anggapan e-Government hanya membuat web site saja sosialisasinya tidak
terlaksana dengan optimal. Namun berdasarkan Inpres, pembangunan sistem
informasi pemerintahan terpadu ini akan terealisasi sampai tahun 2005
mendatang. Kendati demikian yang terpenting adalah menghapus opini salah yang
menganggap penerapan e-Government ini sebagai sebuah proyek, padahal merupakan
sebuah sistem yang akan memadukan subsistem yang tersebar di seluruh daerah dan
departemen.
3. Bidang Keuangan dan Perbankan
Teknologi informasi
turut mewarnai dunia perbankan. Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi,
khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam
transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern.
Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi
karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar
saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar.
Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah.
Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur saat ini selain
aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.
Untuk menunjang
keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah
pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah
oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi
online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada
selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat
mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam
hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.
Pengembangan teknologi
dan infrastruktur telematika di Indonesia akan sangat membantu pengembangan
industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan usaha dengan membuka
cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara sesama perusahaan
asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan lainnya.
Institusi perbankan dan
keuangan telah dipengaruhi dengan kuat oleh pengembangan produk dalam teknologi
informasi, bahkan mereka tidak dapat beroperasi lagi tanpa adanya teknologi
informasi tersebut. Sektor ini memerlukan pengembangan produk dalam teknologi
informasi untuk memberikan jasa-jasa mereka kepada pelanggan mereka.
4. Bidang Industri
Revolusi
industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti otot manusia maka teknologi
informasi ini telah menciptakan sebuah revolusi digital,yang (didalamnya ada
konvergensi telekomunikasi, komputasi, dan multimedia terjadi melalui implementasi
teknologi digital) dan menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya
meningkatkan kemampuan) otak manusia.
Di
bidang Industri, teknologi ini sangat membantu dalam pengambilan, pengumpulan
(akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi.
Tercakup dalam definisi teknologi tersebut adalah semua perangkat keras,
perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur komputer maupun (tele)
komunikasinya. Ia tidak terbatas pada hal-hal seperti proses, perangkat lunak
komputer, sistem informasi, perangkat keras, bahasa program , atau data
konstruksi. Beberapa tugas yang TI lakukan dalam bidang Industri termasuk
didalamnya manajemen data, jaringan, rekayasa perangkat keras komputer,
database, desain perangkat lunak, serta manajemen dan administrasi sistem
secara keseluruhan.
5. Bidang Sosial dan Budaya
Manusia
dilahirkan di dunia tak hanya sebagai makhluk Tuhan dan makhluk individu saja,
tetapi sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia harus dapat
berinteraksi dengan orang sekitarnya dan lingkungannya.Interaksi sosial pun tak
jauh dari teknologi. Segala aspek yang berhubungan dengannya dapat diakses
melalui TIK. Banyak hal positif yang dihasilkan dari teknologi dalam kehidupan
sosial dan budaya. Tetapi, banyak juga hal negatif yang ditimbulkan dari
pemnfaatan TIK yang kurang bertanggung jawab.Dan ada pula tujuannya beberapa
tujuan tersebut diantaranya adalah:
1.
Menggambarkan hubungan antara TIK dan sosisal budaya.
2.
Mengidentifikasi dampak atau pengaruh yang ditimbulkan oleh TIK dalam
aktivitas sosial dan budaya.
3.
Memecahkan permasalahan yang timbul akibat TIK dalam kehidupan sosial
dan budaya.
4.
Mencari dan menggambarkan beberapa solusi atas permasalahan yang ada.
Inti dari teknologi adalah media. Semua media yang dapat memudahkan manusia
dalam mengerjakan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dikatakan teknologi. Ya,
itulah makna hal dari teknologi yang paling penting, media atau produk
teknologi. Bagaimana media tersebut dapat dijalankan atau dimanfaatkan
seoptimal mungkin dengan pengoperasian yang mudah untuk menghasilkan produk
yang sebaik mungkin dan memerlukan waktu, tenaga dan biaya seminim mungkin
6. Bidang
Ekonomi
Kemajuan Teknologi Informasi mempengaruhi
segala Aspek Kehidupan salah satunya yang menonjol adalah penggunaan Teknologi
Informasi dalam Bidang Ekonomi. kemajuan ini memberikan dampak positif dalam
bidang perekonomian diantaranya yaitu :
1.
Pertumbuhan
ekonomi yang semakin Tinggi, Hal
ini ditunjukan dengan banyaknya perusahaan besar menggunakan Perangkat dan
sistem yang berbasis Teknologi Informasi.
2.
Tingkat
Produktifitas semakin tinggi,dalam
hal ini di dunia Industrialisasi dikarenakannya adanya Otomatisasi dalam bidang
perkantoran.
3.
Terjadinya
Industrialisasi di berbagai daerah,Hal ini ditunjukan semakin banyak kota yang berkembang untuk maju,dan
tidak hanya terjadi di kota- kota besar saja.
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan
produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada
aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara
besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi.
dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda
telah menunjukkan dan dirasakan saat ini dengan berkembangnya E-Commerce
memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan
Produsen yang menjual suatu produk sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara
langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen
tidak perlu pergi ke toko.
3.2
Dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi di lihat
dari berbagai bidang.
1. Bidang Informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah
terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak
positipnya antara lain:
a.
Kita akan lebih cepat mendapatkan
informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui
internet.
b.
Kita dapat berkomunikasi dengan
teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
c.
Kita mendapatkan layanan bank yang
dengan sangat mudah. Dan lain-lain.
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita
peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk
hal-hal yang negatif, antara lain:
a.
Pemanfaatan jasa komunikasi oleh
jaringan teroris.
b.
Penggunaan informasi tertentu dan
situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak
tertentu untuk tujuan tertentu.
c.
Kerahasiaan alat tes semakin
terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes
psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung
dari internet.
d.
Kecemasan teknologi, Selain itu
ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena
terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah
beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet
karena disambar petir.
2. Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang
sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya
antara lain:
a.
Pertumbuhan ekonomi yang semakin
tinggi
b.
Terjadinya industrialisasi
c.
Produktifitas dunia industri
semakin meningkat
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan
produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada
aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara
besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di
masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin
penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi
bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung
dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera
individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke
toko.
d.
Persaingan dalam dunia kerja
sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang
dimiliki.
Kecenderungan perkembangan teknologi dan
ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga
kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang
diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu
mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan
tenaga kerja yang berubah tersebut.
e.
Di bidang kedokteran dan kemajauan
ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian
ada pula dampak negatifnya antara lain: Terjadinya pengangguran bagi tenaga
kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan,
Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan
juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif,
boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
3. Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat:
a.
Perbedaan kepribadian pria dan
wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita
yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun
dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya
merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku
Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia
Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam
kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang
politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai
jabatan penting lainnya.
b.
Meningkatnya rasa percaya diri
Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan
dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri
sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat
melecehkan bangsa-bangsa Asia.
c.
Tekanan, kompetisi yang tajam di
pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan
generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras Meskipun demikian kemajuan
teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budaya.
1.
Kemerosotan moral di kalangan
warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan
ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan
material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam
materi tetapi miskin dalam rohani”.
2.
Kenakalan dan tindak menyimpang di
kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi
yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah
melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam
menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan
tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam
berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas
sampai tindak kejahatan.
3.
Pola interaksi antar manusia yang
berubah Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke
atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan
telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia
luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat
orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung
internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki
komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain
melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya
sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC)
anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
4. Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting
dalam bidang pendidikan antara lain:
a.
Munculnya media massa, khususnya
media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini
adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
b.
Munculnya metode-metode
pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses
pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang
membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut
dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
c.
Sistem pembelajaran tidak harus
melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus
mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet
dan lain-lain.
Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam
proses pendidikan antara lain:
a.
Kerahasiaan alat tes semakin
terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test
dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah,
tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi
harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.
b.
Penyalah gunaan pengetahuan bagi
orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan
di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi
mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka
orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.
5. Bidang Politik
a.
Timbulnya kelas menengah baru
Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas
menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak
banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan,
kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik
dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b.
Proses regenerasi kepemimpinan.
Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam
gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan
semakin kental.
c.
Di bidang politik internasional,
juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di
bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah
dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya
kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi,
sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Teknologi informasi
telah terbukti membantu memecahkan banyak permasalahan yang sering dihadapi manusia,
terutama yang berkaitan dengan faktor kelemahan manusia. Seiring dengan
kemajuan teknologi informasi
banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain bidang pendidikan, ekonomi,
sosial budaya, keuangan dan perbankan, industri, dan pemerintahan.
Pada makalah ini kami juga membuat
dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan
manusia Dari beberapa pengertian di atas nampak bahwa kehidupan manusia tidak
terlepas dari adanya teknologi.
4.2 Saran
Teknologi merupakan keseluruhan cara yang
secara rasional mengarah pada ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.
Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang menggunakan alat dan akalnya
untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Maka dari itu
manfaatkanlah teknologi dengan baik dan sesuai dengan etika penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi yang telah ditetapkan pemerintah.
DAFTAR
PUSTAKA
Mulyanto, Agus. (2009). Sistem Informasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Munir,M.IT. (2010). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Bandung: Alfabeta
Rusman, Deni Kurniawan dan Cepi Riyana. (2011).
Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi
dan Komunikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada
http://teknologi informasi/pengaruh-teknologi-informasi-pada.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar